Pasaman, Kominfo-----
Annisa Purnama Haraffi siswa SMAN I Lubuk Sikaping berhasil terpilih sebagai peserta dalam acara Indonesia Future Leaders Program (IFLP) atau yang lebih dikenal Program Pemimpin Indonesia Masa Depan yang akan berlangsung di Amerika Serikat pada bulan Maret sampai April 2012.
Kepala SMAN I Lubuk Sikaping, Emdison, M.Pd dalam perbincangannya dengan wartawan menyebutkan keberhasilan Annisa ikut sebagai peserta IFLP sekaligus mengukir sejarah baru bahwa siswa SMAN I Lubuk Sikaping bisa tampil di ajang Internasional.
Annisa yang akrab dipanggil Caca adalah siswa kelas II SMAN I Lubuk Sikaping kelas RSBI. Annisa terbilang salah satu siswa yang fasih dalam berbahasa Inggis. Sejumlah prestasi juga telah pernah diraih dalam bahasa Inggris diantaranya, sebagai finalis debat bahasa Inggis yang digelar Unand Padang, dan juara II lomba bahasa Inggris antar siswa kreatif berasrama se Sumbar.
Menurut Caca, Seleksi dilaksanakan di Bukittinggi akhir Januari 2012 meliputi Bahasa Inggris, dalam bentuk tes tertulis, wawancara, dan diskusi kelompok), kepemimpinan, kepribadian dan intelegensia. Pada seleksi yang dilaksanakan di Bukittinggi lalu diikuti sekitar 70 siswa.
Atas perjuangan yang gigih, akhirnya Caca bisa lolos bersama tujuh rekannya dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Yakni, Surya Dinda Putri (siswa SMAN 2 Painan), Mandayu Amerta Fitri (siswa SMAN I Gn Talang), Fega Maretha Handra dan Arief Rizaldi Prasetya (SMAN Batusangkar), Rifka Febrina dan Syifa Yona Marta (siswa SMAN Sawahlunto) dan Muklis Arifin (siswa SMAN Bukittinggi.
Program IFLP yang akan berlangsung di Amerika Serikat bulan Maret sampai April 2012 itu akan diikuti sekitar 30 siswa dari 4 propinsi di Indonesia yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur. Program ini terdiri dari proses seleksi di Indonesia, program implementasi di Amerika Serikat, serta program follow-up di Indonesia.
Orang Tua Caca, Arnel Libra saat ditanya haluan tentang trik yang dilakukan dalam mendidik anak menyebutkan, berangkat dari kegagalannya dalam mengenyam dunia pendidikan, karena himpitan ekonomi. Maka saat ini dalam belajar, dia selalu menanamkan kepada anak-anaknya untuk selalu serius dan gigih dalam belajar. Saat jam menghafal di rumah seperti saat magrib, segala yang akan mengganggu selalu dimatikan seperti televise. (Wel)
![]() | Visitors Online | 59 |
![]() | Hits | 4602299 |
![]() | Today | 3192 |
![]() | Yesterday | 5830 |
![]() | This week | 9022 |
![]() | This month | 95750 |
![]() | All days | 793119 |