Dinas Kesehatan Pasaman Pimpin Apel Senen Pagi

Dinas Kesehatan Pasaman Pimpin Apel Senen Pagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Pimpin Apel Senin Pagi di Pelataran kantor BupatI Pasaman di hadiri oleh seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Pasaman. (Afzal)*

Pasaman, Kominfo --- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Amdarisman saat memimpin Apel Senin Pagi menyampaikan berbagai program dan Kegiatan Dinas Kesehatan tahun 2018 di Pelataran Kantor Bupati Pasaman, Senin (12/02/2018).

Dari pantauan jurnalistik Kominfo Pasaman tampak hadir dalam kegiatan itu, Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, Sekda H.M. Saleh, Staf Ahli, Asisten, Kepala-Kepala OPD Se-Pasaman, Kabag di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman, dan seluruh ASN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pasaman.

Selanjutnya Amdarisman menyampaikan tentang program dan kegiatan Dinas Kesehatan pada tahun 2018 ini;

Pertama : Pada tahun 2018 sebagimana lanjutan kegiatan tahun 2017 ada pelaksanaan akreditasi Puskesmas dari 16 Puskesmas yang ada tinggal 8 (delapan) lagi, di tahun 2017 ada 8 Puskesmas yang terakreditasi dan tahun 2018 juga ada 8 Puskesmas yang juga akan di akreditasi. Papar Amdarisman.

Hal ini wajib terakreditasi karena sekaitan dengan program pemerintah terhitung januari 2019 seluruh puskesmas sudah terakreditasi sekaitan dengan program pemerintah yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, artinya BPJS Kesehatan mau bekerjasama dengan pasilitas puskesmas yang sudah terakreditasi.

Kedua : Pada tahun 2017 sudah terbangun Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Padang Gelugur, pembangunan RS tersebut sudah selesai di laksanakan pada desember 2017, Namun sampai pada saat sekarang ada beberapa persoalan yang di sebabkan belum bisa di operasionalkan, dan di laksanakan kegiatannya sekaitan dengan masih terbatasnya fasilitas yang sudah tersedia, sampai pada saat ini baru dua fasilitas yang sudah tersedia dari dana DAK yang di tanggung oleh Pemerintah Pusat.

Pertama : Gedung fisik Rumah Sakit Pratama sudah terbangun 100%, namun kemaren kita baca di media ada sedikit kekurangan, yaitu satu ruangan bocor airnya.

Menurut kami itu adalah hal yang biasa, karena proyek yang sebesar itu hanya sekedar bocor dan itu ada masa pemeliharaan, selama 6 bulan, dan itupun sudah kita perbaiki.

Kedua : Ada Alkes (Alat Kesehatan),

Pengadaan Alkes ini berdasarkan kemampuan uang yang ada, tentu tidak 100% Pelaksanaan Alat kesehatan yang di butuhkan tentunya sesuai dengan kemampuan uang yang ada. Kata Amdarisman.

Oleh karena itu sampai pada saat sekarang ini belum bisa kita operasionalkan, namun menunggu terealisasinya biaya tambahan pada APBD perubahan sekitar bulan Agustus Nantik, papar Amdarisman kembali.

Jadi fasilitas yang sudah ada sekarang adalah gedung/fisik dan Alat kesehatan yang juga berbentuk fisik.

Dan masih banyak lagi sarana dan prasarana yang di butuhkan, termasuk alat mobiler, rak-rak, alat-alat kebersihan, alat dapur berupa kegiatan gizi, dan lainnya,

Ketiga: Dinas kesehatan pada tahun 2018 ini lakukan kegiatan yang bersifat nasional, di antaranya MR Mister Rambela (Imunisasi) yang wajib di laksanakan secara serentak Insya Allah pada bulan agustus 2018 ini.

Micael Rambela ini adalah suatu penyakit infeksi melalui saluran pernapasan yang bisa menyerang anak-anak maupun dewasa yang di sebabkan oleh virus campak maupun rembela, oleh karena itu bagi kita semua yang belum pernah imunisasi campak maupun rembela itu akan bisa rentan terinfeksi oleh penyakit tersebut.

Maka oleh karena itu Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman akan lakukan Imunisasi tersebut secara pekanan atau bulanan yang insya Allah mulai dari bulan agustus 2018 ini. Tegas Amda Risman

Keempat : Mengenai standing.

Standing ini di kenal dengan bertumbuh pendek, ialah tinggi pendeknya tubuk belita itu tidak sesuai dengan tinggi idealnya.

Jadi artinya tidak normal, oleh karena itu secara nasional di tahun 2018 ini akan di laksanakan, karena program presiden dan akan di tuntaskan pada tahun-tahun berikutnya.

Penyebab dari standing ini adalah kurangnya asupan gizi secara normal pada balita, ini biasanya pada usia 1000 hari pertama kelahiran, atau tiga tahun, jadi karena asupan kurang gizi pada anak belita tersebut dapat mengakibatkan balita tersebut bertubuh pendek atau kerdil.

Juga penyebabnya adalah karena kurangnya pengetahuan dari seorang ibu yang sedang hamil sehingga asupan gizi kurang saat ia hamil. Ini tanda-tanda kurang darah pada ibu hamil yang dinamakan dengan animia, sehingga janin atau bayi yang di lahirkan itu tidak cukup gizi yang di asup.

Dan atau juga di temukan 60% ibu yang menyusui itu tidak cukup memberikan ASI eksklusif pada bayinya di usia 6 bulan pertama.

Kemudian juga ada faktor ekonomi, dimana makanan tambahan bagi bayi tersebut tidak terjangkau oleh masyarakat.

Sehingga bayi rentan kena standing tersebut. Faktor lain penyebab standing itu adalah karena anak tersebut cenderung gemuk, jadi balita-balita yang pendek setelah dewasa nanti cenderung menderita kegemukan, dan efek dari kegemukan ini dapat berakibat penyakit jantung, diabetes, struk, dan terakhir gagal ginjal. Jelas Amda Risman.

Oleh karena itu Pemerintah dengan ke empat penyakit tersebut yang sangat besar biayanya mau tidak mau menjadi program nasional. Sehingga berdasarkan risat daerah pada tahun 2016 akibat penyakit tersebut berkisar 400 sampai dengan 1200 triliun pertahunnya untuk membiayai keempat jenis penyakit tersebut.

Oleh karena itu presiden RI Joko Widodo menegaskan penyakit standing ini harus di tuntaskan, yang merupakan program nawacita ke-V.dan di perkuat dengan program nawacitanya yang ke-III. Jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Amdarisman. (Afzal)*

Bagikan ke Jejaring Sosial