Pertanian dan Perikanan Andalan Kabupaten Pasaman

Pertanian dan Perikanan Andalan Kabupaten Pasaman Bupati Pasaman Yusuf Lubis beserta pemateri seminar foto bersama ba'da seminar di selenggarakan di gedung pertemuan Syamsiar Thaib. (Afz)*

Pasaman, Kominfo --- “Pembangunan Pertanian dan Perikanan menjadi sektor andalan dan juga menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Pasaman sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasaman tahun 2016 – 2021.

Hal tersebut di katakan Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis. SH. MSi pada saat menyampaikan pidato sambutan menjelang pembukaan Seminar Pembangunan Kabupaten Pasaman tahun 2017.

Peserta Seminar dari pantauan jurnalistik Kominfo Pasaman saat itu, anggota Forkopimda Pasaman, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Perwakilan Kejaksaan Negeri Pasaman Ikhzan, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD Se-Pasaman, Camat dan Wali Nagari Se-Pasaman, Kepala Instansi vertical BUMN/BUMD, Perguruan Tinggi Se-Pasaman, Pimpinan Ormas, LSM, Wartawan, Kelompok Tani, di Gedung Pertemuan Syamsiar Thaib Rabu (20/12/2017).

Dari sektor pertanian ada 4 kelompok komoditas yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman, yakni komoditas pangan utama, (padi, jagung, dan kacang tanah), komoditi perkebunan (karet, kakao, dan kelapa sawit), komoditi peternakan (sapi, kerbau dan kambing), serta komoditi perikanan darat sesuai dengan yang telah di tegaskan dengan sasaran pembangunan.

Pembangunan sektor pertanian menjadi bagian dari pembangunan ekonomi karena cukup potensial dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan pertanian merupakan suatu proses yang di tujukan untuk menambah produksi pertanian yang berkualitas dan berdaya saing, sesuai dengan tujuan kita untuk mencapai Kabupaten Pasaman yang berdaya tahun 2021 nantinya. Papar Yusuf Lubis.

Seiring dengan usaha-usaha yang telah di tempuh, muncul beberapa permasalahan yang menghambat perkembangan pertanian di daerah, mulai dari kerusakan alam, menurunnya produktifitas lahan, sampai minimnya pendidikan dan ilmu pengetahuan bagi pelaku pembangunan pertanian. Sebutnya kembali.

Melalui seminar pembangunan yang di selenggarakan oleh BAPPEDA Pasaman tersebut Bupati Pasaman Yusuf Lubis mengatakan salah satu upaya yang di lakukan dengan metode pemberdayaan masyarakat tani dengan tujuan untuk menggali dan menginventarisir permasalahan-permasalahan yang di hadap kelompok tani , pemberian solusi dan pemecahan masalah serta menambah wawasan, pengetahuan dan membuka cakrawala serta pola piker pelaku usaha pertanian/perikanan.

Sejauh ini yang telah di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman adalah; “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani dengan adanya penyuluhan dan pelatihan-pelkatihan penguatan peran ekonomi lembaga petani, penerapan inovasi tegnologi budidaya pertanian, pengembangan infrastruktur seperti jalan irigasi, serta perluasan areal pertanian, peningkatan kerjasama, penyediaan bantuan benih atau bibit kepada petani, pengembangan system cadangan pangan lokal, dan pengembangan pertanian terpadu dengan memperhatikan lingkungan hidup, serta pengembangan kawasan pertanian berbasis kawasan. Sebut Yusuf Lubis.

Pertanianlah yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Kabupaten Pasaman sampai 40% papar Yusuf Lubis. (Afzal)*

Bagikan ke Jejaring Sosial