Rakor Pendamping Desa; Begini Penjelasan Wabup Parulian Mewujudkan Pasaman Bangkit
Wabup Parulian menghadiri Rakor Pendamping Desa
Pasaman, Diskominfo--- Dalam rangka evaluasi program yang telah dilaksanakan, sedang berlangsung dan merencanakan kedepannya. Tenaga Pendamping Profesional Desa Se Kabupaten Pasaman gelar Rakor di gedung pertemuan anak nagari Durian Tinggi, Lubuksikaping, rabu (16/07/2025).
Kegiatan Rakor juga diharapkan menjadi forum dalam perumusan langkah pemecahan masalah yang menjadi hambatan pada pelaksanaan tugas-tugas di lapangan.
Hadir langsung Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe yang sekaligus membuka acara ini, selain itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman Hasrizal, Camat Lubuk Sikaping Lotfriedo Rama, Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pasaman Muhammad Sjahbana Sjams, Sekretaris Nagari Durian Tinggi Fitri Susanti, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa Se Kabupaten Pasaman.
Muhammad Sjahbana Sjams selaku Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pasaman dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakor Tenaga Pendamping ini bertujuan meningkatkan kapasitas Pendamping Desa dalam melaksanakan tugasnya sesuai target pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat desa.
Hal tersebut menurutnya meliputi perencanaan pada suatu desa, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) termasuk uoaya pencegahan stunting.
Sjahbana menjelaskan, dalam pelaksanaan tugas, seorang Pendamping diharapkan senantiasa mengutamakan prioritas dalam mencapai target pekerjaan, berprinsip terbuka, membantu, berjenjang, sesuai kebutuhan, keberdayaan dan kemandirian. Jelasnya.
"Yang terpenting, usai kegiatan ini, tenaga pendamping diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan di desa, melalui peran maksimal pemberdayaan masyarakat seluruh Nagari di Kabupaten Pasaman." Jelas Sjahbana.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman Hasrizal dihadapan para peserta Rakor berharap agar kegiatan ini menjadi upaya mensinergikan antara pendamping desa dan pendamping lokal desa untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan desa yang terintegrasi kedepannya.
"Koordinasi yang baik sangat diperlukan antara pendamping desa dan pendamping lokal desa dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan desa yang merata dan berkelanjutan." Jelas Hasrizal.
Selain itu, Hasrizal menambahkan bahwa rakor juga menjadi ajang koordinasi, evaluasi, dan konsolidasi agar terjadi kesamaan pemahaman dan persepsi terutama terkait ritme kerja dan pemahaman terhadap regulasi berkenaan bagari yang berlaku saat ini.
Dengan demikian akan terwujud sinergi antara program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat nagari dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Pasaman melalui 10 Program unggulan. Jelas Hasrizal.
Sementara, Wakil Bupati Pasaman H Parulian Dalimunthe dalam giat Rakor tersebut menegaskan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pasaman mengucurkan Dana Desa Tahun 2025 yang berasal dari Pemerintah Pusat untuk 62 Nagari se Kabupaten
Pasaman mencapai Rp. 69,2 milyar.
Parulian menegaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Desa No. 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025, prioritas penggunaan dana Desa harus mampu difokuskan pada sejumlah program strategis yang bertujuan untuk penanganan kemiskinan ekstrem,
meningkatkan kualitas layanan dasar,
serta memperkuat ketahanan dan potensi desa. Tegasnya.
Untuk itu, Dirinya berharap agar Pemerintah Nagari mampu mengalokasikan fokus penggunaan Dana terutama untuk penanganan kemiskinan ekstrem dengan penggunaan Dana Desa paling tinggi 15%, untuk Bantuan Langsung Tunai Desa, penguatan Desa yang adaptif terhadap Perubahan Iklim, peningkatan promosi dan penyediaan
layanan dasar kesehatan skala Desa termasuk stunting. Jelas Parulian.
Selain itu, Parulian juga menjelaskan Dana juga harus mampu menangani program Ketahanan Pangan
minimal 20%, pengembangan potensi dan keunggulan Desa, pemanfaatan teknologi dan informasi untuk percepatan implementasi Desa digital serta pembangunan berbasis padat karya tunai dan penggunaan bahan baku lokal serta program sektor prioritas lainnya di Desa. Ujarnya.
Dan yang tidak kalah penting menurutnya kolaborasi semua pihak sangat diharapkan dalam hal ini. "dalam hal kolaborasi ini haruslah soliditas antara Tenaga
Pendamping Profesional (TPP) dengan
Pemerintah Nagari dan Pemerintah Daerah terus ditingkatkan.". Tegasnya.
Lebih jauh, Parulian menjelaskan nagari adalah ujung tombak pembangunan, untuk itu sinergi antara pendamping desa dan pemnag sangat penting dan krusial, hal ini tentu dalam upaya percepatan pembanguna di Pasaman.
seperti percepatan soal infrastruktur, pengelolaan dana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal melalui
sektor pariwisata dan pertanian. Ujarnya.
Disamping itu, tidak saja menyangkut soal pembangunan fisik, Parulian juga berharap upaya pemberdayaan masyarakat nagari, pemerataan program pembangunan harus menjadi prioritas.
Disamping itu, ia meminta kepada seluruh pihak agar pendampingan penggunaan dana desa harus Akuntabel, fokus pada Pemberdayaan masyarakat dan berbasis
potensi lokal.
Terkait penggunaan dana desa diharapkan ada sinergi dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari tahun 2026 dengan 10 Program Unggulan Daerah, yakni; Gerakan Nagari Bangkit; Berobat dan Ambulan Gratis; Pendidikan dan Seragam Sekolah Gratis; Bajak Gratis; Peningkatan Kuoata Pupuk
Bersubsidi; ASN Bangkit; 1000 Lapangan Kerja; Program Rumah Layak Huni, Program Internet Gratis 3 T dan Akses Transportasi Mantap Ekonomi Tumbuh; Pusat Kreatifitas anak nagari; Pemuthakiran data Penerima PKH; dan Nagari Tangguh Bencana. Jelas Parulian.
Para pendamping juga diharapkan aktif mengawal, menjembatani dan mengimplemantasikan program-program ini di Nagari sesuai dengan kewenangan Nagari, tingkatkan Kualitas Data dan Perencanaan Desa. Pendamping harus memastikan perencanaan desa
berbasis data yang faktual. Gunakan SDGs Desa dan Sistem Informasi Desa (SID) sebagai alat bantu perencanaan dan evaluasi.
Parulian berharap Rakor tidak saja kegiatan formalitas menghasilkan
rekomendasi teknis, Namun lebih jauh diharapkan menyatukan persepsi semua pihak untuk mewujudkan Visi Kabupaten Pasaman "Terwujudnya Pasaman Bangkit Yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan".(Tim Redaksi Kominfo)